6 Cara untuk Mengatasi Kecemasan yang Berlebihan

Bahkan orang yang merasa dirinya paling pede sekalipun suatu saat akan pernah merasakan kecemasan. Mungkin ia pede-pede saja kalau harus berpidato atau melakukan presentasi di depan umum, tapi bisa jadi ia menjerit ketakutan ketika melihat ada laba-laba di pojok langit-langit kamarnya.

Merasa takut atau cemas adalah emosi yang lumrah dialami dalam hidup. Tapi tentu tidak baik juga kalau kita terlalu sering mengalami kecemasan yang berlebihan sampai takut melakukan banyak hal dalam kehidupan kita sehari-hari.

Berikut adalah tips dari seorang psikolog, Melanie Greenberg, mengenai 6 hal yang bisa kita lakukan untuk mengatasi kecemasan yang berlebihan.

Mengevaluasi kembali seberapa sering (atau jarang) situasi yang mencemaskan itu mungkin terjadi

Kalau pikiran kita sudah dipenuhi oleh bayangan mengenai hal-hal buruk yang mungkin terjadi, ada baiknya kalau kita berhenti sejenak dan mencoba memikirkan hal yang lebih mendasar: Seberapa besar sih kemungkinannya hal buruk itu akan benar-benar terjadi pada kita?

Seringkali bayangan yang berkecamuk di pikiran kita membuat hal buruk tersebut seolah-olah menjadi sesuatu yang hampir pasti terjadi. Padahal, sebenarnya hal itu belum pernah terjadi pada kita, dan mungkin tergolong sangat jarang juga dialami oleh orang lain.

Jika angka korban tewas akibat kecelakaan mudik di tahun 2012 sebesar 283 orang tidak membuat kita takut untuk mudik, marilah mengevaluasi lagi: Siapa tahu kemungkinan untuk timbulnya kejadian yang mencemaskan jauh lebih kecil dari itu sehingga kita juga tak perlu terlalu mencemaskannya.

Mengevaluasi kembali seberapa buruk akibat yang ditimbulkan jika situasi yang mencemaskan itu terjadi

Seandainya pun kejadian buruk yang dicemaskan itu akhirnya benar-benar terjadi, kita juga masih perlu mempertanyakan lagi: Seberapa buruk sih dampaknya?

Lagi-lagi kecemasan yang berlebihan bisa membuat bayangan yang berkecamuk di kepala kita seolah-olah berakibat fatal. Padahal, seberapa banyak sih dari kejadian yang mencemaskan itu yang bisa membuat kita meninggal dunia, mengalami kecelakaan serius, atau bangkrut seratus persen?

Hal lain yang bisa dibesar-besarkan oleh perasaan cemas yang berlebihan adalah akibat yang sifatnya permanen dan meluas. Misalnya seperti salah ucap pada saat berpidato. Kita mungkin terlalu cemas kalau salah ucap kita diperhatikan semua orang dan diingat terus oleh mereka. Padahal, dalam jangka panjang kemungkinan besar mereka sudah lupa. Dan seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, mereka juga sebenarnya tidak begitu memperhatikan kita.

Menggunakan teknik relaksasi dan pernapasan untuk menenangkan diri

Dua refleks khas dari perasaan cemas, takut, atau panik adalah napas yang memendek dan otot-otot tubuh yang menegang. Dengan belajar untuk mengendurkan otot-otot tubuh yang tegang dan menarik nafas dalam-dalam dengan panjang, kita juga sekaligus belajar untuk mengurangi intensitas perasaan cemas yang timbul.

Mengevaluasi reaksi fisik dan mental yang timbul ketika merasa takut atau cemas

Ketika kita mengalami rasa cemas atau takut, tubuh dan pikiran kita bereaksi secara otomatis dan di bawah sadar untuk lari atau menghindar dari situasi yang menimbulkan rasa cemas itu. Dengan belajar dan berlatih untuk memperhatikan secara sadar akan reaksi fisik dan mental yang timbul dari perasaan takut atau cemas, kita bisa lebih mengendalikan diri untuk tidak terburu-buru bertindak atau menghindar.

Menerima rasa takut dan perasaan negatif lainnya sebagai bagian dari hidup

Seringkali yang membuat kita merasa cemas atau takut bukanlah isi kejadiannya sendiri; Yang kita takutkan adalah mengalami perasaan cemas atau takutnya (berikut segala reaksi fisik dan mentalnya), yang memang bukan sebuah perasaan yang menyenangkan untuk dialami.

Padahal, untuk melakukan banyak hal yang penting dan berguna bagi pengembangan diri kita, kita mau tak mau harus mengalami saat-saat di mana perasaan tidak nyaman itu timbul.

Dengan menyadari bahwa kita tidak perlu terus-menerus menghindari atau menekan perasaan takut atau cemas, kita bisa lebih banyak berkonsentrasi pada aktivitas yang penting dan tidak mempedulikan perasaan takut atau cemas yang timbul.

Terjun cukup lama ke dalam situasi yang menimbulkan kecemasan itu

Salah satu faktor utama dari sebuah situasi yang menimbulkan perasaan cemas adalah kondisi dan situasi yang asing bagi kita. Untuk itu, obat yang mujarab untuk mengatasi hal itu adalah justru dengan terlibat dalam situasi itu dan bertahan di sana dalam jangka waktu yang cukup lama.

Dengan demikian, perlahan-lahan kita menjadi lebih familiar dengan situasi yang asing itu. Kecemasan yang timbul akibat ‘kekagetan’ dalam menghadapi situasi tersebutpun bisa berkurang setelah kita menjadi lebih terbiasa dengan hal-hal yang tadinya kita takuti.

Nah, apakah anda punya tips-tips sendiri untuk mengatasi perasaan cemas anda?

Iklan

18 thoughts on “6 Cara untuk Mengatasi Kecemasan yang Berlebihan

  1. Agung Saputra berkata:

    mengingat hal2 buruk yang akan terjadi jika saya malas itu yang sering memotivasi saya.. terutama termotivasi untuk bangun lebih pagi dari biasanya 🙂

    Suka

  2. rahmawati berkata:

    Saat ini saya memang sedang mengalami kecemasan yang tdk beralasan..pikirannya buruk trs..takut mati dan lbh posesif sama keluarga.,sangat mengganggu sekali,,

    Suka

  3. iken berkata:

    berdoa pada yang maha khalik & yakin doanya akan dijabah, bernafas yang panjang & berkomunikasi dengan orang lain, mungkin bisa membantu rasa cemas yang anda rasakan

    Suka

  4. romli berkata:

    Terima kasih atas solusinya ,,, saya jga mengalami syndrom tidak jelas membuat kita serasa terhypnotis dan terbawa sampai sakit di kepala …. hal seperti ini kadang membuat keadaan tidak setabil …

    Suka

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s