Belajar Mempersiapkan Diri Untuk Kalah dari Atlet Olimpiade

Entah sejak kapan saya sudah mendengar kalimat motivasional semacam ini: Kalau ingin menang, berpikirlah dengan yakin untuk menang. Kalau ada keraguan sedikit saja, pasti kalah.

Bisa saja kalimat ini ada benarnya, tapi bagaimana mungkin kalau semua kompetitor juga berpikiran serupa sementara medali emas hanya tersedia untuk satu orang atau tim?

Buat atlet kaliber Olimpiade, kekalahan bisa sangat menghancurkan. Misalnya, seperti yang dilaporkan oleh BBC, bagaimana seorang pejudo yang kalah membutuhkan waktu 1 tahun hanya untuk bisa kembali berfungsi seperti layaknya manusia normal.

Atau seorang atlet lari sempat memutuskan untuk ‘diving’ dan pura-pura cedera ketimbang kalah melewati garis akhir. Beberapa tahun setelahnya, ia masih mengalami depresi dan sempat ingin bunuh diri.

Karena kejadian-kejadian seperti itulah, menurut Peter Haberl, psikolog olahraga yang mendampingi tim olimpiade Amerika Serikat, para atlet harus mempersiapkan mentalnya juga untuk mengalami kekalahan.

Bagi Haberl, menghindari berpikir mengenai kekalahan tidaklah mungkin; Semakin kita mencoba untuk tidak memikirkan sesuatu, semakin hal itu akan terus mengawang-awang tak terselesaikan di dalam pikiran kita. Padahal memikirkan mengenai masa depan, baik itu kalah atau menang, bisa mengalihkan kita dari hal yang lebih penting: Saat ini.

Menurutnya, lebih baik jika kemungkinan untuk kalah dibicarakan secara terbuka bersama atlet, apalagi jika atlet tersebut terkesan menghindar. Ini agar mereka menyadari bahwa kekalahan, seperti halnya kemenangan, adalah pengalaman yang tak terhindarkan dalam kehidupan mereka.

Dan jika mereka benar-benar kalah dan merasa ‘telah mengecewakan negaranya’, Haberl menggunakan humor meredam kekecewaan mereka. “Ketika kamu pulang, apakah bendera-bendera dinaikkan setengah tiang? Apa satu negara berkabung? Apa sekolah-sekolah ditutup?” begitu kira-kira katanya. Dengan demikian, para atlet juga bisa lebih cepat ‘move on‘ dari kekecewaan mereka.

Kalau anda, pernahkah mengalami kegagalan yang demikian hebat sehingga anda merasa sangat susah untuk bangkit kembali?

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s