Meningkatkan Daya Ingat dengan Menutup Mata Sejenak

Sewaktu saya kuliah dulu, peristiwa semacam ini hampir selalu ditemui di pekan ujian: Sebelum ujian dimulai, para peserta di ruang kelas biasanya masih berkomat-kamit mempelajari teori atau konsep yang menjadi bahan ujian hari itu.

Mereka (oke, kami) beranggapan bahwa ‘belajar’ sesaat sebelum ujian dimulai membuat teori atau konsep tersebut lebih mudah untuk diingat kembali saat ujian berlangsung ketimbang belajar jauh-jauh hari sebelum ujian.

Tapi seberapa efektifkah sebenarnya usaha mengingat yang terburu-buru itu dalam jangka panjang? Yang jelas, nyatanya banyak dari teori dan konsep itu sudah tidak nyantol lagi di kepala kami begitu ujian berakhir.

Sebuah studi di University of Edinburgh, seperti yang dilaporkan oleh CNN.com, menunjukkan bahwa istirahat sejenak bisa membuat segala proses belajar itu lebih efektif dan tahan lama.

Penelitian

Dalam studi ini, sekelompok partisipan berusia lanjut diminta membaca sebuah cerita. Mereka kemudian diminta untuk santai, istirahat sejenak, dan menutup mata mereka (tanpa tidur) selama 10 menit di dalam sebuah ruangan gelap. Setelah istirahat 10 menit itu, mereka kemudian ditanyai berbagai macam detail cerita untuk menguji daya ingat mereka.

Eksperimen ini kemudian diulangi lagi dengan cerita yang berbeda; Hanya saja, ada variasi dalam waktu rehatnya. Setelah membaca cerita, para partisipan tidak disuruh untuk  beristirahat sejenak. Mereka diminta untuk bermain mencari perbedaan antara dua gambar selama 10 menit, sebelum ditanyai lagi mengenai berbagai detil dalam cerita yang telah mereka baca.

Studi ini menemukan bahwa para partisipan lebih mengingat detail cerita yang mereka baca sebelum diminta untuk beristirahat sejenak selama 10 menit. Hasil ini tak hanya bertahan pada hari di mana studi ini dilakukan. Tujuh hari setelahnya, ingatan para partisipan mengenai cerita pertama itu juga sangat baik meskipun mereka sebenarnya tidak diminta untuk terus mengingat-ingat cerita itu.

Mengapa ini bisa terjadi? Menurut Michaela Dewar, peneliti dalam studi ini, kita sedang berada pada proses awal mengingat pada saat kita menerima informasi baru. Proses itu butuh diselesaikan hingga informasi yang diingat bisa terekam secara lebih permanen.

Dewar menambahkan, proses mengulang-ulang informasi baru hingga kita benar-benar ‘hafal’ ini sesungguhnya terjadi secara otomatis di bawah sadar ketika otak kita sedang beristirahat dan tidak disibukkan oleh hal-hal lain.

Pernahkah anda mencoba cara belajar dan mengingat seperti ini? Kalau anda pernah (atau ingin) mencoba, anda bisa menceritakan hasilnya pada kami. 🙂

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s