Suara dan Efeknya terhadap Rasa Makanan

Yang kita tahu, umumnya ada dua indra (selain indra pengecapan) yang membantu kita dalam menilai seberapa nikmat sebuah makanan. Yang pertama adalah indra pengelihatan yang menilai dari tampilan atau bagaimana makanan itu disajikan. Yang kedua adalah indra penciuman yang membaui aroma makanan.

Kedua indra tersebut sangat penting dalam penilaian sebuah masakan, karena keduanya biasanya terlebih dahulu diaktifkan sebelum indra pengecapan bekerja. Sebelum kita menyendok makanan dan memasukkannya ke dalam mulut kita, mata kita sudah menilai seberapa menggiurkan makanan itu dari penampakannya.

Bahkan mungkin sebelum kita sempat melihat makanannya kita sudah memutuskan apakah makanan itu enak atau tidak. Dari aroma makanan wangi yang tercium oleh hidung kita, tak terasa air liur kita sudah meluap, tak sabar untuk mencicipi makanan yang belum lagi dilihat itu.

Lalu bagaimana dengan indra yang lain?

Seperti yang dilaporkan oleh BBC News, suara yang kita dengar ternyata juga bisa mempengaruhi rasa masakan yang kita makan.

Dalam sebuah studi yang dilakukan di Oxford University, Inggris, misalnya, ditemukan bahwa musik latar belakang tertentu dapat mengubah persepsi kita mengenai beberapa aspek dari rasa makanan. Suara bernada rendah yang ditimbulkan oleh alat musik brass seperti trombon atau tuba membuat makanan terasa lebih pahit. Sebaliknya, suara bernada tinggi yang ditimbulkan oleh dentingan piano atau lonceng membuat makanan terasa lebih manis.

Menurut pihak yang terkait dengan studi tersebut, dampak dari suara terhadap persepsi kita mengenai makanan bisa begitu luas. Makanan manis bisa dibuat lebih menyehatkan dengan mengurangi kadar gulanya, tapi menurut kita makanan itu masih sama manisnya karena kita menyantapnya sambil ditemani musik-musik tertentu.

Bagaimana dengan makanan kemasan yang bisa dibawa-bawa ke mana saja? Contoh lainnya adalah bagaimana sebuah perusahaan keripik kentang bereksperimen dengan material kemasan mereka. Rupanya suara crunchy keripik kentang yang beradu dengan bungkusnya bisa membuat konsumen merasa keripik mereka lebih segar dan renyah.

Apakah anda pernah mengalami saat-saat di mana suara atau musik tertentu mempengaruhi rasa masakan yang anda makan?

Iklan

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s