Bagaimana Cara Meminta Maaf yang Efektif

maaf Manusia tak pernah lepas dari yang namanya salah. Sebagai pribadi, kita mungkin pernah melupakan janji penting atau tak sengaja berbuat sesuatu yang mencelakai orang lain. Sebagai organisasi, mungkin barang yang kita jual atau layanan yang kita berikan mengecewakan konsumen.

Meminta maaf biasanya adalah hal pertama yang (seharusnya) menjadi refleks. Cuma masalah belum tentu selesai di situ; Masih bagus kalau mereka mau memberikan maaf. Tapi kalau tidak? Masalah bisa menjadi semakin panjang dan merepotkan bagi semua.

Lalu, apakah ada cara yang efektif untuk menyusun permintaan maaf yang bisa diterima dengan lebih baik?

Dalam sebuah studi yang dilakukan oleh Ryan Fehr dan Michele Gelfand dari University of Maryland dan dilaporkan oleh BPS Research Digest, permintaan maaf rupanya memiliki beberapa aspek yang sebaiknya dipenuhi, dan seperti apa karakteristik ‘audiens’ permintaan maaf kita.

Tiga Aspek Permintaan Maaf

Dalam penelitian ini [pdf], Fehr dan Gelfand mengungkapkan bahwa ada tiga aspek yang bisa terkandung dalam sebuah permintaan maaf. Ketiga aspek tersebut adalah:

Penawaran kompensasi. Dalam aspek ini, kita menawarkan untuk memberikan ganti rugi, baik berupa barang atau tindakan, atas kerusakan yang dialami atau ketidaknyamanan yang dirasakan oleh target permintaan maaf kita. Contohnya: Saya meminta maaf karena telah merusakkan komputer anda. Saya akan berusaha untuk memperbaikinya.

Ekspresi empati. Dalam meminta maaf, kita juga mengungkapkan bahwa kita bisa turut memahami dan merasakan perasaan kesal, marah, kecewa, sedih, atau tidak nyaman yang dirasakan oleh target permintaan maaf kita. Contohnya: Saya meminta maaf karena telah merusakkan komputer anda. Saya tahu kalau hal ini pasti akan sangat merepotkan anda untuk bekerja.

Pengakuan atas pelanggaran aturan atau norma. Aspek ini tidak terkait secara langsung dengan target permintaan maaf, melainkan dengan aturan sosial, hukum yang berlaku atau norma kemasyarakatan. Contohnya: Saya meminta maaf karena telah merusakkan komputer anda. Saya tadi memang makan dan minum di ruang komputer, padahal seharusnya tidak boleh.

Tak hanya aspek-aspek itu saja yang penting; Tipe orang yang menjadi target permintaan maaf kita bisa mempengaruhi efektivitas tiap aspek ini dalam menentukan apakah permintaan maaf kita diterima atau tidak.

(Lanjut membaca…)

About these ads

One thought on “Bagaimana Cara Meminta Maaf yang Efektif

  1. Ping balik: Bagaimana Cara Meminta Maaf yang Efektif | DÉDALO

Tinggalkan Komentar

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s